Rombongan TP2D Kembali Tinjau Kab.Kep Selayar


SELAYAR — Rombongan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Provinsi Sulawesi Selatan Tiba di Bandara Aroeppala Padang Kecamatan Bontoharu sekitar pukul 09.30 Wita, Sabtu (2/3/2019).

Rombongan TP2D yang berjumlah 7 orang disambut oleh Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Setda, Ir. H. Arfang Arief, didampingi oleh Ketua TP2D Kabupaten Kepulauan Selayar, H. Akib Patta, serta jajaran pemerintah daerah kepulauan selayar.

Setiba di Bandara Aroeppala, Ketua TP2D Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Syamsu Alam, bersama rombongan menuju Kawasan Wisata Hutan Mangrove Matalalang dalam rangka presentase konsep bandar maritim Selayar (kawasan pusat distribusi terpadu, pusat distrubusi logistik indonesia timur, dan pembangunan pariwisata) oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan dilanjutkan jamuan makan siang.

Asisten Ekonomi, Pembangunan, dan Kesra Setda Kepulauan Selayar, Ir. H. Arfang Arief, dalam penyambutan rombongan TP2D Provinsi Sulawesi Selatan memberikan penjelasan.
“Keadaan geografis Kepulauan Selayar yang memiliki 2 sektor andalan yang bisa dikembangkan yakni sektor kelautan perikanan dan sektor pariwisata,” jelas Arfang Arief.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kepulauan Selayar, Hisbullah Kamarudin, S.TP., M.M., dalam presentasinya mengatakan bahwa Kepulauan Selayar terletak pada jalur pelayaran nasional dan perlinatasan tol laut sehingga sangat cocok dijadikan bandar distribusi barang untuk wilayah indonesia timur.

Dilanjutkan dari Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Baso,S.H., M.H., juga mempresentasikan kondisi sarana dan prasarana infrastruktur transportasi darat, laut dan udara, yang mana Kepulauan Selayar telah memiliki Bandara Udara Aroeppala Padang yang dilayani oleh 3 maskapai penerbangan yakni Lion Air, Trans Nusa, dan Garuda Airline, Dermaga Pelabuhan Laut Rauf Rahman Benteng, dan 2 Dermaga Pelabuhan Feri yakni Pamatata dan Pattumbukang. Dari sarana dan prasana infrastruktur transportasi yang ada sekarang terus dilakukan pengembangan kedepan dalam mendukung penetapan Kepulauan Selayar sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Kemudian dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar menjelaskan tentang potensi perikanan di wilayah perairan kepulauan selayar yang pada bagian utara Kepulauan Selayar memiliki potensi pengelolaan ikan tuna dan ikan-ikan lain yang memiliki daya jual baik domestik maupun regional.

Dan yang terakhir Kepala Dinas Kepariwisataan Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs. Abdil Rachman, M.M.Pub., mempresentasikan potensi-potensi pariwisata Kepulauan Selayar yang memiliki salah satu destinasi wisata terindah di dunia yakni Kawasan terumbu karang Takabonerate yang merupakan salah satu dari 50 Destinasi yang ditetapkan sebagai Kawasan Destinasi Nasional. Selain dari Kawasan Destinasi Takabonerate, Kepulauan Selayar memiliki banyak objek-objek wisata yang bisa dikembangkan mulai dari pantai barat sampai pantai timur kepulauan selayar.

Dari beberapa OPD yang mempresentasikan kondisi dan potensi-potensi yang dimiliki oleh Kepulauan Selayar untuk pengembangannya kedepan dalam mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Selayar, para Kepala OPD mengharapkan melalui TP2D Provinsi Sulawesi Selatan untuk berperan dalam pengembangan infrastruktur untuk mendukung penetapan Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Sekadar informasi, setelah acara penyambutan di kawasan Hutan Mangrove Matalang, TP2D Provinsi Sulawesi Selatan bersama rombongan mengunjungi Hangkoang yang merupakan kawasan rencana pembangunan industri perikanan terpadu dan pusat distribusi logistik Indonesia Timur yang berlokasi di Dermaga Pelabuhan Pamatata. Selanjutnya, besok rencana melanjutkan kunjungan ke kawasan pariwisata Pantai Punagaang dan Wisata Lalemang. (Y)